Purwakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pastikan kesiapan infrastruktur Jalan Tol dan Jalan Nasional untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 pada Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek hingga Cikampek–Palimanan (Cipali), Jumat (13/3).
Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Junoasmono, yang hadir mendampingi Kunker Spesifik tersebut, menyampaikan bahwa Kementerian PU telah mengantisipasi sejumlah isu yang berpotensi mempengaruhi kelancaran arus mudik, termasuk potensi banjir di wilayah Purwakarta serta kepadatan kendaraan di sekitar Rest Area KM 57 Jalan Tol Jakarta–Cikampek.
Selain itu, untuk mendukung kenyamanan pemudik, Kementerian PU bersama para pemangku kepentingan juga telah menyiapkan sejumlah fasilitas tambahan di sepanjang jalur mudik. “Kami menyiapkan fasilitas pendukung seperti mobile toilet di beberapa titik, termasuk wilayah Nagreg KM 72 dan arah Pantura. Selain itu disiapkan pula hidran umum serta tangki air mobile untuk mendukung kebutuhan layanan bagi pemudik,” jelas Triono.
Sementara itu Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Wilan Oktavian juga menjelaskan bahwa ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek memiliki panjang 72,5 km dengan sistem pengumpulan tol terbuka yang berbasis zonasi. Ruas ini didukung 35 gerbang tol yang melayani mobilitas kendaraan dari dan menuju kawasan timur Jakarta.
Di sepanjang ruas jalan tol tersebut juga tersedia 8 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) yang dilengkapi berbagai fasilitas bagi pengguna jalan. Untuk mendukung kebutuhan energi kendaraan, tersedia SPBU reguler, SPBU modular tambahan, serta fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah rest area.
Fasilitas pendukung lainnya juga disiapkan untuk meningkatkan kenyamanan pemudik, antara lain toilet pria dan wanita, toilet difabel, ruang laktasi, klinik kesehatan, area parkir kendaraan, serta layanan perbankan seperti mesin ATM.
Wilan menambahkan bahwa perbaikan kondisi jalan terus dilakukan untuk memastikan tingkat kemantapan jalan tol tetap terjaga menjelang arus mudik.
“Berdasarkan hasil inspeksi awal terdapat ratusan titik lubang yang telah diperbaiki di ruas Jakarta–Cikampek. Setelah dilakukan pengecekan lanjutan ditemukan tambahan titik kerusakan yang saat ini sedang dalam proses penanganan dan ditargetkan selesai sebelum periode puncak mudik,” kata Wilan.
Sementara itu, Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I Ditjen Bina Marga, Hendro Satrio MK, menyampaikan bahwa kondisi Jalan Nasional juga telah dipersiapkan untuk mendukung kelancaran arus mudik, khususnya bagi pemudik yang menggunakan jalan non-tol.
Menurutnya, jaringan Jalan Nasional sepanjang sekitar 47.000 km saat ini berada dalam kondisi mantap dengan tingkat kemantapan sekitar 96%.
“Seluruh lubang jalan yang teridentifikasi telah ditangani melalui kegiatan preservasi rutin sehingga Jalan Nasional siap melayani para pemudik, terutama pengguna sepeda motor yang banyak menggunakan jalur arteri,” jelas Hendro.
Sementara itu Wakil Ketua Komisi V DPR RI sekaligus pimpinan Kunker Spesifik, Andi Iwan Darmawan Aras, mengatakan bahwa kunjungan kerja ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur jalan dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode mudik.
“Pergerakan masyarakat diperkirakan mencapai sekitar 143,9 juta orang atau lebih dari separuh populasi Indonesia. Karena itu kami ingin memastikan kesiapan infrastruktur agar perjalanan mudik dapat berlangsung aman dan lancar,” kata Andi Iwan.
Melalui berbagai langkah persiapan tersebut, Kementerian PU bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memastikan kesiapan infrastruktur jalan guna mendukung keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. (HAL/Mar/Rka)
Source Artikel: www.pu.go.id
