Kab. Bandung – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Bandung dengan tetap mengutamakan kualitas konstruksi pada Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Soreang, Rabu (1/4).
Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Junoasmono, yang mendampingi Kunker Spesifik tersebut menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Kab. Bandung merupakan bagian dari 101 lokasi yang tengah dibangun secara serentak di seluruh Indonesia. Proyek pembangunan yang dimulai pada awal Desember 2025 ini ditargetkan selesai pada Juli 2026, namun untuk mengejar tahun ajaran baru sekolah akan dilakukan percepatan sehingga ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026.
“Untuk mencapai target tersebut, diperlukan upaya percepatan melalui penambahan tenaga kerja maupun peralatan. Di sisi lain, masih terdapat beberapa kendala di lapangan seperti pembebasan lahan dan perizinan yang perlu mendapat dukungan bersama, termasuk dari Komisi V DPR RI,”jelas Triono.
Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU, Bisma Staniarto, pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat telah dirancang sesuai standar bangunan gedung yang mencakup aspek keselamatan, kenyamanan, dan kesehatan. Struktur bangunan menggunakan pondasi pancang hingga kedalaman 12 meter berdasarkan hasil uji tanah guna memastikan ketahanan terhadap kondisi lingkungan, termasuk potensi gempa.
“Progres pembangunan saat ini mencapai 29%, sedikit di bawah rencana yaitu 30%. Namun kami optimis dapat mengejar ketertinggalan melalui percepatan pekerjaan agar target penyelesaian pada Juni 2026 tetap tercapai dan dapat dimanfaatkan pada tahun ajaran baru pada Juli 2026 mendatang,” jelas Bisma.
Ia menambahkan bahwa desain bangunan juga telah menyesuaikan arahan Presiden, termasuk penggunaan material atap yang disesuaikan dengan kondisi wilayah. Untuk daerah rawan gempa seperti Kab, Bandung digunakan material yang lebih ringan guna menjaga keamanan struktur.
Direktur Infrastruktur Dukungan Pendidikan Ditjen Prasarana Strategis, Jonny Zainuri Echsan, menyampaikan bahwa pekerjaan konstruksi terus berjalan dengan progres pemancangan mencapai 75% dan ditargetkan selesai dalam satu minggu ke depan. Beberapa struktur kolom juga telah mulai dikerjakan.
Sementara itu, Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung penuh program prioritas nasional, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat. Pemkab Bandung juga telah menyiapkan lahan di Ciwidey yang saat ini dalam tahap pematangan untuk pengembangan ke depan.
“Kami siap berkolaborasi dan mendukung penuh agar program ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Ali.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI sekaligus pimpinan kunker, Robert Rouw, menekankan bahwa Kunjungan Kerja ini bertujuan memastikan pembangunan Sekolah Rakyat berjalan sesuai standar kualitas, tepat waktu, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok kurang mampu dan penyandang disabilitas.
“Percepatan pembangunan tidak boleh mengabaikan kualitas. Konstruksi harus benar-benar diperhatikan agar bangunan dapat bertahan dalam jangka panjang dan aman terhadap tantangan alam seperti gempa bumi,” tegas Roberth.
Program Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya memberikan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, tetapi juga mendorong dampak positif bagi lingkungan sekitar, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, DPR RI, dan pelaksana konstruksi, Kementerian PU optimis pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung dapat selesai tepat waktu dengan kualitas yang terjamin serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. (HAL/Mar/Rka)
Source Artikel: www.pu.go.id
